Linikaltim.id SAMARINDA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih berkutat di Kalimantan Timur (Kaltim). Dua kantor instansi pemerintahan di bawah kendali Pemprov Kaltim digeledah selama hampir sembilan jam, Rabu (25/9/2024).
Setelah sebelumnya menggeledah rumah eks gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak (AFI), di Jalan Sei Barito, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, Senin (23/9/2024), kegiatan KPK di Kaltim rupanya belum selesai.
Tim Antirasuah menelusuri dan mencari dokumen penting perkara yang diduga kuat permasalahan izin pertambangan di Kaltim.
Demi efisiensi tugas dan penindakan, KPK membagi menjadi dua tim. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sekitar delapan orang memeriksa Rabu (25/9/2024) sejak pukul 09.00 Wita. Tim lainnya ke kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim. Tentunya dengan pengawalan ketat polisi bersenjata lengkap laras panjang.
Menggeledah beberapa ruangan di DPMPTSP, KPK memeriksa sejumlah dokumen. Foto penyidik tengah berada di sebuah ruangan sempat beredar di kalangan awak media. “Dari pukul 09.00 Wita, ada yang dampingi kok dari dinas,” ungkap seorang pegawai yang namanya tak ingin dituliskan. KPK dari kantor DPMPTSP Kaltim meninggalkan lokasi sekitar pukul 18.00 Wita.
KPK yang menggeledah kantor DPMPTSP juga diduga kuat turut mengamankan sejumlah dokumen. Pasalnya ada beberapa koper yang dibawa serta kotak kardus.
Di kantor ESDM Kaltim, Jalan MT Haryono, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, KPK sudah menggeledah sejak pukul 11.00 Wita.
Informasi yang dihimpun, ruangan kepala dinas serta bidang mineral dan batu bara menjadi sasaran utama pemeriksaan. Puluhan kardus bertuliskan arsip dokumen ESDM diperiksa. Hal itu diperoleh dari foto yang sampai ke media ini.
Di kardus itu tertulis arsip berkas dari beberapa daerah, seperti Kabupaten Paser, Kutai Barat, dan lainnya. “Sekitar tujuh orang (KPK) datang, itu awalnya pakai bati. Tapi satu aja yang sempat kelihat pakai rompi KPK, habis itu enggak boleh ambil foto atau video. Kami enggak tahu apa saja yang diperiksa di dalam itu, kan disuruh keluar semua. Terus penggunaan handphone juga enggak boleh,” terang seorang pegawai yang namanya enggan disebutkan.
Sekitar pukul 19.07 Wita, Wahyu Widhi Heranata yang pernah menjabat sebagai kepala di Dinas ESDM Kaltim ujuk-ujuk datang ke kantor ESDM Kaltim. Dia sempat menyapa awak media, namun langkahnya begitu cepat masuk menuju lantai dua.
Mantan kepala Dinas Kehutanan Kaltim itu turun setelah 10 menit berselang. Namun, kedatangannya ke bekas kantornya itu diakuinya untuk menemui penyidik KPK. “Saya sampaikan ke penyidik (KPK) sekarang belum bisa, karena ingin ibadah umrah. Tapi selepas pulang umrah akan mengikuti segala panggilan,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Didit itu menuturkan, kedatangannya itu sebagai saksi. Sayang, Didit enggan bicara banyak ketika ditanya kasus apa yang tengah diselidiki KPK. “Wah, kalau itu nanti ya, itu ranahnya KPK. Pokoknya saya siap menyampaikan keterangan,” singkatnya.
Namun, setelah Didit meninggalkan ESDM Kaltim, Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto yang baru saja dilantik sebagai pj bupati Kutai Kartanegara datang menggunakan mobil dinas KT 37. Sayangnya, Bambang tak bersedia bicara banyak. “Belum tahu, saya harus ke atas dulu ya,” singkatnya.






