Linikaltim.id. SAMARINDA. Kenyataan soal Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Desy Damayanti, sedang sakit, menimbulkan berbagai opsi.
Misalnya, pengamat politik dari Universitas Mulawarman (Unmul) Saiful Bahtiar mengatakan, alasan sakit memang bisa dimaklumi. Tapi ada solusi. Tidak seharusnya sakit membuat urusan di PUPR menjadi terbengkalai.
“Ya mestinya, bisa mengangkat plh (pelaksana harian) atau plt (pelaksana tugas), jadi tidak ada kekosongan tanggung jawab. Menurut saya, alasannya sakit, perlu dipertanyakan,” terangnya pada Kamis (6/3/2025) lalu.
Dia juga menyebut, duduk perkara ini harus diperjelas. Menurutnya, perlu kejelasan dan ketegasan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
Saiful juga mengkritisi tentang penyelesaian lewat Pengadilan Hukum Industrial (PHI). Sudah masuk ranah hukum Pengadilan Negeri Samarinda jika memang statusnya perusahaan tidak membayar ke pekerja.
“Saya juga bingung, kenapa agak blunder, agak muter-muter ini kasusnya. Kalau Pemkot sudah sigap dari awal, ini tidak berlarut hingga setahun,” kata dia.
Abdul Rohim, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda juga menanggapi soal posisi Kadis PUPR yang belum kunjung diganti.
Dia berprinsip, selesai dulu urusan pembayaran gaji pekerja Teras Samarinda Tahap I. Baru beralih ke persoalan lain. Soal pergantian kadis, dia menyadari itu hak prerogatif Wali Kota.
“Wali Kota (Samarinda) harus mempertimbangkan apakah kesehatan Desy akan mengganggu kinerja Dinas PUPR? Dalam merealisasikan janji-janji politiknya,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu di Kantor DPRD Samarinda, Selasa (11/3/2025).
Dia berharap Wali Kota Samarinda Andi Harun akan mengambil kebijakan yang tepat dalam menghadapi situasi ini.
“Kalau beliau merasa itu tidak mengganggu, monggo (silakan,red.). Atau sebaliknya, ya monggo,” terangnya.
Namun, berkaca dari kasus 84 pekerja Teras Samarinda yang belum dibayar, implikasinya hingga ke Wali Kota. Dalam arti, publik sampai perlu mendesak Andi Harun untuk turun tangan karena tak bisa berharap dengan Kadis PUPR.
Seperti diketahui, Dinas PUPR merupakan sebuah organisasi perangkat daerah yang strategis. Beban dan aktivitasnya cukup besar mengingat berbagai urusan proyek bertumpu di dinas tersebut.
Desy Damayanti sendiri telah menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Samarinda sejak beberapa tahun. Selama menjabat, ia telah memimpin mega proyek pembangunan infrastruktur di Samarinda, termasuk revitalisasi Pasar Pagi Samarinda.
Kabar tentang kesehatan Desy buruk justru mendorong Wali Kota Samarinda Andi Harun untuk mengganti Desy. Namun, belum ada tanggapan Wali Kota tentang hal ini. (*)
