Linikaltim.id. SAMARINDA. Pawai memperingati Hari Anak Nasional (HAN), diikuti setidaknya 1.150 siswa, mereka terrgabung dari siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) se-Samarinda Utara. Mengenakan baju profesi maupun adat, peserta memadati Gelanggang Olahraga (GOR) Kadrie Oening (Sempaja) Samarinda pada Selasa (29/7/2025) pagi.
Sekretaris Camat (Sekcam) Samarinda Utara Heriyanto dalam kesempatan ini menghadiahkan puisi berjudul Cahaya Harapan Samarinda Utara. (Puisi, klik di sini).

Sebagai refleksi, Sekcam menekankan tentang pentingnya perlindungan untuk anak-anak. Diwujudkan bersama dengan peran orangtua, pendidik, juga pemangku kebijakan sebagai masyarakat utuh.
“Peran masyarakat terhadap tumbuh kembang anak itu melalui pemenuhan hak sosial anak. Masyarakat harus berani dan tidak ragu melapor jika menemukan tanda kekerasan anak,” tegasnya diwawancarai usai pawai.
Dia menyayangkan kasus pemborgolan anak di Perumahan Bengkuring, Sempaja Utara beberapa waktu lalu. Apalagi lokasi kejadian masih masuk wilayah kerja Kecamatan Samarinda Utara.
Heriyanto berharap orangtua juga masyarakat saat ini makin paham perannya. “Harus bisa jadi pelindung, pengasuh dan pendidik terbaik anak.
Berikan kasih sayang, waktu, dan perhatian yang cukup,” terangnya.
Ia mengajak untuk para dewasa mampu menumbuhkan lingkungan aman, nyaman, dan ramah anak di rumah, sekolah, serta ruang publik. Terutama rumah sebagai tempat tumbuhnya generasi, yang menentukan jadi anak kuat dan berkarakter.
“Begitupun kami sebagai pemangku kebijakan. Saya harap semua pihak mampu berkolaborasi untuk para generasi Indonesia Emas 2025 yang bakal jadi bonus demografi negara,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Siti Jubaedah melaporkan, pawai kali ini juga dimeriahkan dengan lomba kolase yang diikuti 69 sekolah.
Dia berharap HAN kali ini juga menjadi refleksi para guru. “Untuk sukses Indonesia Emas 2025, perlu juga diisi pendidik yang berkualitas untuk menciptakan peserta didik yang berkualitas juga,” terangnya. (*)
