Linikaltim.id. SAMARINDA. Harapan baru bagi SMP Negeri 24 Samarinda. Puluhan tahun berjuang dengan genangan air setiap musim hujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berencana memindahkan sekolah yang berdiri sejak 1992 itu ke lokasi baru yang lebih aman dari banjir.
Langkah besar ini akan dimulai pada 2026 mendatang dengan nilai anggaran yang ditaksir mencapai Rp30 miliar.
“Insyaallah tahun 2026 bisa terealisasi. Anggarannya sekitar Rp30 miliar, tapi tentu menyesuaikan kemampuan keuangan daerah,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Asli Nuryadi diwawancarai di kantornya, Senin (3/11/2025).
Relokasi tersebut menjadi jawaban atas keluhan panjang guru dan siswa yang harus beradaptasi dengan banjir tahunan. Setiap hujan deras, halaman sekolah berubah menjadi kolam, ruang kelas tergenang hingga puluhan sentimeter, dan kegiatan belajar mengajar pun terpaksa dihentikan.
Tahap awal proyek ini akan dimulai pada 2025 dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED). Saat ini, rancangan teknis masih dalam pembahasan internal dan menunggu persetujuan dari berbagai pihak.
Sekolah baru nantinya akan dibangun di atas lahan milik pemkot seluas empat hektare di kawasan Jalan Suryanata, dekat Masjid At-Taufiq. Tak hanya SMPN 24, kawasan tersebut juga akan menampung SD 013 Samarinda, dengan konsep sebagai pusat pendidikan terpadu di wilayah itu.
Meski demikian, pemerintah tak menutup mata terhadap kondisi saat ini. Disdikbud berupaya menyiapkan solusi sementara agar kegiatan belajar tidak terus terganggu banjir, salah satunya dengan menyediakan lokasi belajar alternatif yang lebih aman.
Asli menegaskan, relokasi harus memperhatikan berbagai aspek, terutama akses siswa menuju sekolah baru. “Kalau terlalu jauh, kasihan anak-anak. Tapi melihat kondisi sekarang, sekolah yang posisinya seperti di dasar mangkuk jelas sangat rawan banjir. Relokasi adalah pilihan terbaik,” tegasnya.
Dengan realisasi proyek ini, Pemkot Samarinda berharap bisa mengakhiri penderitaan panjang SMPN 24 dan menghadirkan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan layak bagi generasi muda kota tepian. (*)



