Renovasi Tiga Sekolah Batal, DPRD Samarinda Minta Pemkot Tinjau Ulang Anggaran

Sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda masih punya sekolah yang kondisinya miris. (Foto ilustrasi by Canva).

Linikaltim.id. SAMARINDA. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Kamaruddin, memberikan tanggapan terkait tiga sekolah yang batal direnovasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Menurutnya, pembatalan renovasi sejumlah sekolah tersebut disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang memprioritaskan penanganan banjir. Meskipun renovasi sekolah masih bersinggungan dengan banjir, Pemkot memilih penanganan banjir lain dikarenakan efisiensi anggaran. Kata Kamaruddin, renovasi sekolah itu belum masuk dalam skala prioritas.

Bacaan Lainnya

Adapun sekolah-sekolah yang batal direnovasi itu merupakan sekolah yang kerap terdampak banjir. Yaitu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 24 dan SMPN 48.

Meski demikian, Kamaruddin menegaskan, masih ada celah memasukkan kembali anggaran renovasi sekolah-sekolah tersebut. Dia berharap pemerintah kembali mempertimbangkannya.  “Kalau anggarannya mungkin masih bisa diselipkan ke situ, kenapa tidak?,” kata Kamaruddin di Kantor DPRD Samarinda pada Selasa (18/11/2025).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Kamaruddin.

Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu menepis anggapan, pembatalan renovasi karena unsur penolakan perbaikan sekolah. Melainkan soal strategi penggunaan anggaran agar program prioritas tetap berjalan.

Menurut Kamaruddin, penundaan renovasi sekolah perlu dikaji secara matang mengingat kondisi bangunan sekolah yang terdampak banjir bisa terus memburuk.

Ia mengingatkan bahwa pemerintah harus tetap memperhatikan kualitas sarana pendidikan. Karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan siswa.

Kamaruddin juga mengingatkan, kebijakan efisiensi anggaran tidak hanya terjadi di Samarinda. “Karena 5 tahun ini kan (efisiensi) besar-besaran , bukan dari Provinsi Kalimantan Timur saja, tapi seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Kamaruddin berharap pemerintah dapat meninjau ulang program renovasi sekolah yang tertunda. Terutama jika kondisi sekolah tersebut benar-benar membutuhkan penanganan segera.

Ia menegaskan bahwa pendidikan harus tetap menjadi prioritas di tengah berbagai tantangan pembangunan, termasuk persoalan banjir yang masih menghantui sejumlah wilayah kota. (adv/dprdsmr)

Pos terkait