Linikaltim.id. TENGGARONG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mempersiapkan pelaksanaan program nasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Salah satunya dengan mengikuti Pelatihan Kompetensi Pembinaan KDMP yang digelar di Samarinda pada 27–31 Oktober 2025.
Penggerak Swadaya Masyarakat DPMD Kukar, Ahmad Irji’i, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi pendamping desa, khususnya dalam pembentukan koperasi, pengelolaan usaha, serta mekanisme penyaluran dana yang bersumber dari pemerintah pusat.
“Koperasi Desa Merah Putih merupakan program nasional dengan plafon anggaran Rp3 miliar per desa. Namun dana itu belum bisa dicairkan karena masih dalam proses verifikasi,” jelas Irji’i, Selasa (11/11/2025).
Ia menyebut, pemerintah pusat masih memproses ribuan proposal dari desa-desa seluruh Indonesia. “Sekitar seribu sudah diverifikasi, 20 ribu sedang dievaluasi, dan puluhan ribu lainnya masih tahap pengajuan,” katanya.
Di Kukar sendiri, terdapat tiga desa pilot project yang ditetapkan dalam program ini, yakni Desa Batuah, Desa Tanah Datar, dan Desa Sungai Meriam di Kecamatan Anggana. Ketiga desa tersebut saat ini mulai menyiapkan struktur kelembagaan dan rencana usaha koperasi sesuai instruksi pusat.
Program Koperasi Desa Merah Putih diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Agustus 2025. Setiap desa diminta membentuk koperasi melalui musyawarah desa sebagai motor penggerak ekonomi berbasis potensi lokal.
Terkait sektor usaha, Irji’i menjelaskan bahwa koperasi nantinya dapat mengembangkan berbagai lini usaha, mulai dari simpan pinjam, agen LPG, pupuk, logistik desa, apotek, hingga gudang pendingin (cold storage) yang menyesuaikan karakter wilayah.
“Cold storage ini disesuaikan dengan kebutuhan desa, seperti ikan untuk wilayah pesisir atau sayur-mayur untuk daerah pertanian,” ujarnya.
Ia menambahkan, pencairan dana nantinya disalurkan melalui bank-bank BUMN seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI. Pemerintah pusat juga menyiapkan lahan seluas seribu hektare untuk mendukung infrastruktur koperasi.
Irji’i menegaskan DPMD Kukar siap mendampingi seluruh desa pilot project agar koperasi yang terbentuk dapat segera beroperasi saat mekanisme penyaluran dana ditetapkan.
“Kami berharap koperasi yang sudah terbentuk bisa segera berjalan dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat desa,” pungkasnya. (Adv/DPMD Kukar)






