Linikaltim.id KUTAI KARTANEGARA. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan komitmennya mendukung penuh pelaksanaan Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik. Menjadi salah satu prioritas pemerintahan Bupati Edi Damansyah dan Wakil Bupati Rendi Solihin.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah mengawal pengelolaan dana Rp 150 juta per Rukun Tetangga (RT), yang rencananya akan difokuskan melalui koordinasi dan pelaksanaan di tingkat kecamatan.
Kepala DPMD Kukar Arianto menegaskan, hal itu setelah mengikuti agenda pemaparan teknis visi dan misi kepala daerah kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang digelar di Aula Bappeda Kukar, Selasa (1/7/2025).
“Secara spesifik kepada semua OPD mengenai peran dan kontribusi mereka dalam mewujudkan program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik. Dan kami di DPMD mendapatkan tugas penting dalam mendampingi realisasi program Rp 150 juta per RT,” ungkap Arianto.
Menurutnya, alokasi anggaran tersebut akan dikawal melalui peran aktif camat sebagai pelaksana teknis di lapangan, dengan pengawasan dan fasilitasi dari DPMD sebagai OPD pendamping.
Pendekatan itu dinilai strategis dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.
“Program itu akan berjalan di bawah koordinasi kecamatan, karena pelimpahan kewenangan dari bupati ke camat menjadi kunci pelaksanaan. Kami di DPMD siap memfasilitasi seluruh teknis pelaksanaannya,” jelas Arianto.
Koordinasi lintas sektor bersama OPD teknis dan camat akan diperkuat, hal itu agar penggunaan dana sesuai dengan kebutuhan dan kondisi nyata di lapangan.
“Penting untuk memastikan agar dana yang digelontorkan benar-benar tepat sasaran. Kami akan terus melakukan koordinasi dan pendampingan agar program itu tidak hanya berjalan, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Arianto optimistis, melalui pola pengelolaan yang terdesentralisasi hingga ke tingkat kecamatan dan RT, program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik akan menjadi pendorong utama akselerasi pembangunan partisipatif dan merata.
“Tujuan akhirnya adalah menjangkau kebutuhan masyarakat secara langsung, memperkuat peran RT dan kecamatan sebagai ujung tombak pelayanan publik,” pungkasnya. (Adv/DPMD Kukar)






