Linikaltim.id. SAMARINDA. Tim gabungan pencarian akhirnya menemukan dua korban terakhir rumah tertimbun longsor di Kelurahan Lempake, Samarinda sekitar pukul 10.00 Wita pada Selasa pagi (13/5/2025). Satu korban ditemukan dalam posisi masih memeluk guling.
Seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, menjadikan total empat jiwa melayang dalam bencana yang terjadi Senin (12/5/2025) itu.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, hadir ke lokasi dan menyampaikan belasungkawa. Sebagai respons cepat, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memberikan bantuan dana sewa tempat tinggal bagi lima kepala keluarga yang terdampak.
Masing-masing keluarga mendapat bantuan Rp4,5 juta untuk menyewa hunian selama enam bulan ke depan. Andi Harun juga meminta warga untuk tidak kembali ke rumah dulu. Agar tidak tidak ada korban susulan.
Kondisi geografis di sekitar kejadian, dipaparkan Andi Harun, merupakan kawasan hutan aren pada masanya. Kemudian dibabat untuk kebutuhan tempat tinggal dan menjadi pemukiman.
“Tanah Samarinda umumnya berpasir dengan lapisan lempung, sangat rentan bergeser saat hujan deras,” kata Andi Harun, di tempat kejadian.
Ia menambahkan, lokasi longsor sebenarnya telah diberi tanda peringatan oleh BPBD sejak lama.
Namun karena status tanah merupakan milik pribadi, pembangunan tetap berjalan meski sudah diimbau agar tidak dibangun.
“Kami turut berduka atas tragedi ini. Semoga jadi pelajaran bersama untuk lebih bijak memilih lokasi tempat tinggal, terutama di daerah rawan bencana,” ujarnya.
Pemerintah akan terus memantau perkembangan kondisi tanah dan memberi dukungan kepada keluarga korban agar bisa segera bangkit dari musibah ini. (*)






