Linikaltim.id. SANGATTA. – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) berkomitmen memaksimalkan program pendidikan. Apalagi tahun ini, menjadi tahun terakhir masa kepemimpinan Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang.
Pemkab Kutim getol memaksimalkan tujuh program unggulan bidang pendidikan. Yang mana tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) 3/2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Beberapa program tersebut yaitu pengadaan buku dan seragam gratis bagi siswa. Dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Seragam yang diberikan terdiri atas empat jenis, yakni seragam wajib, batik, olahraga, dan Pramuka.
Ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur, Mulyono saat memeringati Hari Guru Nasional di lapangan helipad, Kantor Bupati Kutai Timur, Senin (25/11/2024).
“Program ini belum sepenuhnya terealisasi di sekolah karena anggarannya terbagi, antara anggaran murni dan perubahan. Namun, anggaran murni sudah dibagikan, sementara anggaran perubahan sedang dalam proses dan sebentar lagi akan didistribusikan,” terang Mulyono.
Selain itu, Disdikbud Kutim juga meningkatkan anggaran beasiswa secara signifikan. Tahun ini, alokasi beasiswa naik tiga kali lipat. Dari Rp 5,5 miliar menjadi Rp 16,7 miliar.
Penambahan ini berdampak pada peningkatan jumlah penerima dan nominal beasiswa yang langsung disalurkan ke rekening siswa.
“Semua upaya ini kami lakukan untuk mendukung visi dan misi pendidikan di Kutai Timur. Memastikan anak-anak mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas,” tegasnya.
Mulyono berharap program-program ini dapat terus berjalan. Menjadi fondasi bagi peningkatan mutu pendidikan di Kutai Timur demi mencetak generasi muda yang unggul dan kompeten. (adv/diskominfokutim/her)






