Permintaan Ikan Nila Capai 30 Ton, Kepala DPMD Kukar Arianto: Peluang Bagi Pelaku Usaha di Desa

⁠Camat Loa Kulu H Adriansyah, Kepala dinas pemberdayaan masyarakat & desa Kabupaten Kukar, Arianto, ⁠Kepala Bidang Perikanan, Budidaya dan Peningkatan Daya Saing Produk Perikanan, Irma Listiawati dan GM UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan saat memberi pakan ikan nila di keramba di Loa Kulu

Linikaltim.id. LOA KULU – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara, Arianto mengatakan peluang usaha keramba ikan nila nelayan di pedesaan masih sangat terbuka lebar. Apalagi, permintaan ikan nila di Kaltim mencapai 30 ton baru dipenuhi Kukar sebesar 6 ton.

“Itu (permintaan ikan nila 30 ton, Kukar penuhi masih 6 ton) sebenarnya peluang untuk para nelayan budidaya ini,” jelas Arianto diwawancarai di sela acara penyerahan bantuan dari  PLN UIP3B Kalimantan kepada Kelompok Budidaya Ikan Nila Balap Maju Mapan di Desa Loa Kulu Kota, Kamis 19 Juni 2025.

Bacaan Lainnya

DPMD Kukar mencatat, nelayan budidaya ikan nila keramba tersebar di beberapa Kecamatan di Kukar sepanjang sungai Mahakam. Mulai dari Kecamatan Loa Janan di Desa Loa Duri. Kemudian di Kecamatan Loa Kulu tepatnya Desa Jembayan Loa Kulu Kota. Selanjutnya, di Kecamatan Tenggarong di Kelurahan Mangkurawang dan Loa Tebu.

Usaha budidaya ikan nila sejak lama menghidupkan ekonomi pedesaan tersebut. Dengan besarnya permintaan ikan nila di pasar, maka perlunya menambah kelompok budidaya dan perluasan keramba ikan untuk menangkap peluang tersebut.

“Ya kalau kita belum memenuhi ini (permintaan pasar ikan nila 30 ton), berarti kita mesti menambah kelompok lagi. Atau menambah perluasan sarana produksi keramba. Karena ada pasarnya,” jelasnya.

Bantuan yang diberikan PLN ke nelayan budidaya ikan nila Balap Maju Mapan di Loa Kulu, yaitu peralatan supercharge (Aerator) 2 set unit, tambah daya listrik 900VA ke 2.200 VA, token Listrik selama 8 bulan, benih Ikan nila ukuran 7 sampai 9 cm sebanyak 58.227 ekor.

Selain itu, bantuan yang diberikan juga oleh PLN yaitu pakan benih 2.700 kg, pakan pembesaran 7.808kg, paranet 10 buah. Sedangkan untuk pengolahan hasil budidaya, PLN Peduli juga berikan bantuan freezer 2 unit, kulkas es batu 1 unit, kompor elektrik 2 unit, mesin spinner 1 unit, mesin vacum press plastik 1 unit dan plastik kemasan 1 lot

GM UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan menjelaskan bantuan kepada nelayan budidaya ikan nila di Loa Kulu merupakan program pusat PLN sebagai langkah awal mendukung pemerintah dalam ketahanan pangan.

“Ini salah satu program PLN pusat juga ya melaksanakan membuat program aerator untuk perikanan. Ada juga beberapa bantuan antara lain pakan ikan untuk peningkaatan produksi. Kemudian, bantuan freezer untuk pengolahan ikan yang kita harapkan bisa meningkatkan perekenomian masyarakat,” katanya.

Riko mengatakan bantuan PLN ke nelayan budidaya ikan nila di Loa Kulu Kukar akan terus dilanjutkan dan diperluas , apalagi berkaitan dengan bisnis. PLN juga telah berupaya bagaimana menekan biaya produksi nelayan yang sebelumnya menggunakan bahan bakar minyak solar untuk kebutuhan listrik beralih ke PLN.

“Pilihan kita jatuhkan disini (Loa Kulu) berikan bantuan tentunya atas dasar evaluasi tim kami dan pertimbangan pemerintah disini ,” katanya. (ADV/DPMD Kukar)

 

Pos terkait