Linikaltim.id. SAMARINDA – Pemadaman listrik berulang di Kota Tepian sudah mengganggu dan merugikan pelaku usaha, layanan dasar rumah tangga, dan aktivitas laimnha.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda meminta PT PLN (Persero) memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab pemadaman serta langkah konkret untuk memulihkan keandalan pasokan listrik.
Wakil Ketua III DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, mengatakan pemadaman listrik berulang turut berdampak pada dirinya. Ia mengaku sejumlah peralatan elektronik di rumahnya mengalami kerusakan.
“Rencananya kami juga akan melakukan hearing karena tidak cuma masyarakat yang terdampak, kami pun juga terdampak, bahkan rumah saya pribadi pun juga gensetnya akhirnya ikut rusak karena beberapa alat elektronik juga rusak karena pemadaman terus,” ujar Celni, dalam wawancara bersama rekan-rekan pers.
Tak hanya Celni, sorotan tajam juga disampaikan Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar.
Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu menilai masyarakat berhak memperoleh kepastian mengenai pasokan listrik karena pelanggan tetap menjalankan kewajibannya membayar tagihan setiap bulan. Ia juga menyoroti dampak berlapis ketika pemadaman terjadi bersamaan dengan gangguan distribusi air bersih.
“Ini dua layanan dasar yang pemerintah harus hadir di sini, tidak boleh lepas tangan. Kita tidak ingin di tengah situasi ekonomi saat ini, masyarakat terbebani kelangkaan air dan padamnya listrik,” tegasnya.
DPRD Samarinda sudah pernah mengundang PLN pada awal Juli 2026. Dijelaskan bahwa, pemadaman bergilir terjadi karena ada pemeliharaan dan perawatan teknis.
PLN waktu itu menyebut tak ada pemadaman lagi. Kenyataannya Oktober 2026 pekan ini Samarinda kembali mengalami pemadaman bergilir dengam durasi mati listeik 3-4 jam. (eko/adv/dprdsmr)






