Fenomena Kotak Kosong Berpotensi Terjadi di Pilgub Kaltim 2024

Ketua KPU Kaltim Fahmi Idris (Foto KPU Kaltim)
Ketua KPU Kaltim Fahmi Idris (Foto KPU Kaltim)

linikaltim.id SAMARINDA. Pemilihan kepala daerah (pilkada) juga tak melulu ada perlawanan sengit. Terkadang hanya diikuti satu pasangan, dan lawannya kotak kosong.

Seperti yang terjadi di dua daerah di Kaltim pada pilkada serentak edisi 2020 lalu. Balikpapan dan Kutai Kartanegara. Balikpapan kala itu pesertanya hanya ada perwakilan Rahmad Mas’ud dan mendiang Thohari Azis. Sementara Kutai Kartanegara Edi Damansyah dan Rendi Solihin.

Bacaan Lainnya

Fenomena kotak kosong pilkada serentak tahun ini di Kaltim pun bukan sekadar isapan jempol. Hal itu bisa cerminan dinamika politik dan harapan masyarakat.

Di tengah dominasi pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Rudy Mas’ud-Seno Aji yang telah mengantongi 44 kursi, muncul kekhawatiran kondisi demokrasi di Bumi Etam.

Pasangan petahana Isran Noor-Hadi Mulyadi hingga kini belum mendapatkan dukungan resmi dari satu pun partai politik pun. Hal itu jelas menghadapi tantangan besar. Tersisa PDI Perjuangan (PDIP) dengan 9 kursi, dan Demokrat dengan 2 kursi, belum menjatuhkan pilihan dukungan.

Jika salah satu dari kedua partai tersebut mendukung Rudy-Seno, Isran-Hadi tidak memenuhi syarat 20 persen dukungan kursi DPRD Kaltim, atau minimal 11 kursi untuk maju.

Ketua KPU Kaltim Fahmi Idris menegaskan, pilkada tetap akan berlangsung meski berapa pun jumlah pasangan calon yang ada. Namun, khawatir partisipasi pemilih dan legitimasi hasil pilkada. Dia berharap masyarakat tetap datang ke TPS pada 27 November 2024, meski hanya satu pasangan calon.

“Jika ada calon tunggal, surat suara akan memiliki kolom kosong. Jika setuju coblos calonnya. Jika tidak coblos kolom kosong,” beber Fahmi.

Pihaknya tetap berupaya keras meningkatkan partisipasi pemilih melalui berbagai sosialisasi dan kegiatan, termasuk perlombaan menghias gapura, puisi, dan cerdas cermat dengan tema pilkada.

Selain itu, sinergi dengan media lokal dan imbauan kepada generasi muda, terlebih mahasiswa, dapat menjadi penggerak pemilih untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS).

“Pilkada serentak bukan sekadar memilih, memastikan pasangan terpilih membawa pembangunan dan kesejahteraan bagi masyarakat Kaltim,” tandasnya.

 

Pos terkait